
Serang, 11 Juli 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Banten sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Smart Accounting: Integrasi Sistem Informasi, Perpajakan, Perilaku, Manajemen, dan Audit di Era Digital” pada Sabtu, 11 Juli 2026 melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, serta masyarakat dari berbagai perguruan tinggi dan instansi di Indonesia.
Webinar dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Banten, Prof. Suwaib Amiruddin, yang dalam sambutannya menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah cara organisasi mengelola informasi keuangan, menjalankan tata kelola, serta mengambil keputusan bisnis. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menjawab tantangan keberlanjutan (sustainability).

Acara menghadirkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional, yaitu Kiki Khoifin (Mae Fah Luang University, Thailand), Willy Nurhayadi (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa), Yongky Rangga Yuda Nugraha (UPN Veteran Jakarta), Puspita Maelani (Politeknik Negeri Jakarta), dan Kusmiyatun (Universitas Banten). Webinar dipandu oleh moderator Maryani dari Universitas Banten.
Paparan Materi Narasumber
1. Transportasi Digital: Integrating Digital Transformation and Environmental Management Accounting for Corporate Sustainability
Kiki Khoifin memaparkan pentingnya integrasi transformasi digital dengan Environmental Management Accounting (EMA) sebagai strategi perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Digitalisasi memungkinkan perusahaan memperoleh data lingkungan secara real-time sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih akurat, efisien, dan transparan.

Melalui penerapan teknologi digital, perusahaan tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurutnya, akuntansi lingkungan akan menjadi bagian penting dari tata kelola perusahaan di masa depan.

2. Era Digital dalam Akuntansi dan Perpajakan
Willy Nurhayadi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap praktik akuntansi dan administrasi perpajakan di Indonesia. Berbagai proses yang sebelumnya dilakukan secara manual kini telah bertransformasi menjadi sistem digital melalui aplikasi berbasis cloud, e-faktur, e-bupot, e-filing, hingga pemanfaatan big data dalam analisis keuangan.

Digitalisasi tersebut memberikan manfaat berupa peningkatan efisiensi, akurasi data, transparansi pelaporan, serta kemudahan dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Namun demikian, organisasi juga dituntut untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat.
3. Audit Internal di Perusahaan
Yongky Rangga Yuda Nugraha menguraikan bahwa peran audit internal telah berkembang dari sekadar fungsi pemeriksaan menjadi mitra strategis manajemen dalam mengelola risiko organisasi. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan auditor melakukan continuous auditing, analisis data secara otomatis, serta mendeteksi potensi penyimpangan lebih cepat melalui dashboard dan sistem monitoring berbasis teknologi.
Audit internal modern tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal, efisiensi operasional, serta mendukung terciptanya tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

4. Akuntansi Perilaku dan Digitalisasi UMKM dalam Pengambilan Keputusan
Puspita Maelani menjelaskan bahwa keberhasilan digitalisasi UMKM tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek perilaku pelaku usaha dalam menerima perubahan. Pemanfaatan aplikasi pencatatan keuangan digital dapat meningkatkan kualitas informasi keuangan sehingga keputusan bisnis menjadi lebih rasional dan berbasis data.

Sementara itu, Kusmiyatun menambahkan bahwa literasi digital dan pemahaman akuntansi menjadi faktor penting dalam mendorong daya saing UMKM di era ekonomi digital. Digitalisasi memungkinkan pelaku usaha memperoleh akses terhadap pembiayaan, memperluas pasar, serta meningkatkan kualitas tata kelola usaha secara berkelanjutan.
Mendorong Kolaborasi Akademik dan Profesional
Melalui penyelenggaraan webinar nasional ini, LPPM Universitas Banten berkomitmen memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, peneliti, dan dunia industri dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan, pengembangan kompetensi, serta diseminasi hasil penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu akuntansi, perpajakan, audit, sistem informasi, dan manajemen.
Universitas Banten berharap webinar ini dapat memberikan wawasan baru kepada peserta mengenai pentingnya integrasi teknologi digital dalam berbagai bidang bisnis serta mendorong terciptanya inovasi yang mendukung tata kelola organisasi yang efektif, efisien, transparan, dan berkelanjutan.

